Sistem Transmisi

Sistem Transmisi

Sistem transmisi dalam otomotif merupakan sistem yang berfungsi untuk mengonversi torsi dan kecepatan dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berb

Resep Masakan Enak Saat Musim Hujan
Keunggulan Printer Brother JCP-J100
Memilih International University Atau Universitas Biasa?

Sistem transmisi dalam otomotif merupakan sistem yang berfungsi untuk mengonversi torsi dan kecepatan dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda – beda untuk ditelanjutkan ke penggerak akhir. Konversi ini mampu mengubah kecepatan putaran yang tinggi menjadi lebih rendah, tetapi lebih bertenaga, dan sebaliknya.

Sistem transmisi ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu transmisi manusal, transmisi otomatis, dan transmisi semi – otomatis. Selain itu, sistem transmisi ini pun memiliki komponen utama yaitu kopling dan transmisi. Kopling digunakan untuk mentransmisi manual dan semi otomatis serta transmisi otomatis, torque converter yang digunakan pada transmisi otomatis. Transmisi juga popular sebagai persneling dalam praktiknya pada dunia otomotif.

Sistem yang berfungsi untuk mengonversi torsi dan kecepatan dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda – beda untuk ditelanjutkan ke penggerak akhir disebut sebagai sistem transmisi. Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin yang diizinkan.

Di sisi lain, kendaraan pun memerlukan torsi tertinggi ketika akan bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki pun memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang berjalan pada jalan yang mendatar.

Pada dasarnya kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan yang berkecepatan tinggi. Melalui kondisi operasi yang berbeda – beda tersebut, maka perlu digunakan sistem transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.

Sistem transmisi dalam otomotif merupakan sistem yang berfungsi untuk mengonversi torsi dan kecepatan dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda – beda untuk ditelanjutkan ke penggerak akhir. Konversi ini mampu mengubah kecepatan putaran yang tinggi menjadi lebih rendah, tetapi lebih bertenaga, dan sebaliknya.

Sistem transmisi ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu transmisi manusal, transmisi otomatis, dan transmisi semi – otomatis. Selain itu, sistem transmisi ini pun memiliki komponen utama yaitu kopling dan transmisi. Dalam praktiknya, kendaraan dalam kecepatan tinggi maupun rendah memiliki pengaruh pada sistem transmisi yang digunakan.